Hadir sebagai perwakilan Ketua BPS Kaltara beserta rombongan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPS Kaltara menyerahkan cinderamata berupa buku Infografis Kalimantan Utara tahun 2021 untuk dapat digunakan sebagai pertimbangan gubernur dalam memilih program prioritas.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPS juga menceritakan tentang Desa Cantik. “Kepanjangan nya Desa Cinta Statistik pak,” ujarnya seraya tertawa.

Desa Cantik merupakan inovasi program pembinaan statistik sektoral dari BPS. Tujuannya adalah untuk mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di seluruh kementerian atau lembaga.

“Pemilihan Desa Cantik diambil melalui kategori desa yang paling dekat dengan masyarakat, karena desa adalah ujung tombak pembangunan,” ungkap Ketua BPS.

Saat ini di Kaltara baru ada tiga Desa Cantik, masing – masing 1 desa di Bulungan, Tarakan, dan Malinau. Desa Cantik akan mendapatkan dana pembinaan dari pusat.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang mengapresiasi kunjungan dari BPS Kaltara. “Berapa luas sawah di Kaltara?” tanya Gubernur Zainal kepada Ketua BPS. “Kaltara memiliki 11.922 hektar sawah yang terbagi di lima kabupaten/kota,” jawab Ketua BPS.

Gubernur Kaltara melanjutkan, beliau mengharapkan ke depannya Kaltara bisa swasembada. Saat ini Kaltara dalam pengolahan padi masih menggunakan cara tradisional sehingga kurang efektif.

Untuk pembangunan Kaltara, BPS siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Rencananya BPS Kaltara pada tahun 2021 ini akan membangun kantor permanen di Tanjung Selor. (wn/hms)