Sabtu, Oktober 23, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Program ‘Bangga Kencana’ Kendalikan Pertumbuhan Penduduk Kaltara 

TARAKAN – Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Yansen TP mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk di wilayah itu terkendali. Hal ini, kata dia, sebuah keberhasilan bagi para pengelola Program Bangga Kencana di dalam mengimplementasikan terwujudnya penduduk tumbuh seimbang.

“Pertumbuhan penduduk terkendali itu keberhasilan Program Bangga Kencana di Kaltara dengan gambaran jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar,” katanya di Tanjung Selor, Jumat (26/3) seperti dikutip antaranews.com.

Ia mengatakan, berdasarkan Sensus Penduduk 2020 terdapat sebesar 69,95 persen penduduk dengan usia produktif. Ini peluang bagi Kaltara untuk dapat menikmati “window of opportunity” lebih awal dibandingkan dengan provinsi lain.

Hasil Sensus Penduduk tahun 2020 yang baru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan jumlah penduduk Kaltara bertambah 701.814 jiwa pada tahun 2010 lalu dengan laju pertambahan penduduk sebesar 2,86 persen.

Dia juga mengajak seluruh keluarga serta pemuda-pemudi di daerah berjuluk “Benuanta” itu untuk mampu merencanakan masa depan sehingga dapat menjadi generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

Menurutnya salah satu permasalahan pengembangan keluarga yaitu tingkat perkawinan anak yang masih tinggi. Ia merasa bahwa perkawinan usia dini berisiko dalam mempengaruhi kesehatan anak tersebut.

“Untuk itu, mari pastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan pendidikan tentang kesehatan reproduksi yang sehat serta menggalakan program generasi berencana agar terhindar dari perkawinan di usia anak,” katanya.

Selain itu, dia mengajak pemangku kepentingan lintas sektor untuk bersinergi dalam menurunkan angka stunting (kekerdilan anak) meski angka stunting di Kaltara telah mengalami penurunan menjadi 28 persen, tetapi angka tersebut dirasa belum cukup.

“Kami berharap perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim dan Kordinator Lapangan Program Bangga Kencana Provinsi Kaltara terus berbuat untuk percepatan penurunan stunting, termasuk memberdayakan masyarakat dan menggerakan sumber daya yang ada dalam mencegah kelahiran bayi stunting,” demikian Yansen TP. (red)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER